Referendum kemerdekaan Skotlandia pertama kali digelar pada September 2014 dengan hasil 55 persen warga Skotlandia menolak merdeka dari Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Referendum kemerdekaan juga menguat ketika Sturgeon menilai hal itu "sangat mungkin" terjadi dan menegaskan bahwa Skotlandia akan melakukan apa pun untuk tetap berada di Uni Eropa, termasuk berpotensi menghalangi proses hukum keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Jajak pendapat yang diadakan Daily Record dan Daily Mirror sejak 25 Juni dan diikuti oleh 1.002 responden itu juga menunjukkan bahwa meskipun tidak mendukung digelarnya referendum kemerdekaan kedua, namun jika referendum itu jadi digelar maka sebanyak 47 persen responden memilih akan memisahkan diri dari Inggris, ketimbang 41,2 persen responden yang memilih tetap bersama Inggris.
Sementara, Boris Johnson, mantan wali kota London yang diduga kuat akan menggantikan Perdana Menteri David Cameron, menyatakan ia tidak mendeteksi "kemungkinan kuat" bahwa Skotlandia akan mendesak digelarnya referendum kemerdekaan kedua. (ama/stu)