Seorang pejabat mengatakan bahwa perkiraan itu dapat berubah. Jika angka ini terkonfirmasi, maka serangan tersebut dapat menjadi salah satu gempuran paling mematikan terhadap ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir kali, pemerintah Turki menuding ISIS sebagai dalang di balik serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul, yang menewaskan 41 orang.
Kepala CIA, John Brennan, pun mengatakan dalam sebuah forum di Washington bahwa serangan-serangan tersebut kemungkinan merupakan akibat dari gempuran terhadap ISIS di Irak dan Suriah.
"Kami sudah membuat perkembangan signifikan dengan rekan-rekan koalisi di Suriah dan Irak, tempat tinggal anggota ISIS. Namun, kemampuan ISIS untuk meneruskan penghasutan juga masih berlanjut, termasuk untuk melakukan serangan seperti ini [Istanbul]," tutur Brennan.
Ia mengakui masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk memusnahkan ISIS. "Saya pikir masih ada jalan panjang sebelum kami menyatakan ada perkembangan signifikan dalam upaya penggempuran ini," ucap Brennan.
Sementara itu, kejayaan ISIS di Suriah sebenarnya masih pasang surut. Pada Rabu (29/6), kelompok pemberontak Suriah yang didukung AS dipukul mundur oleh militan ISIS dari kota di perbatasan Irak. (ama)