Namun, dalam ledakan bom bunuh diri tersebut tak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.
“KJRI Jeddah sudah menyampaikan informasi, sejauh ini tak ada WNI yang jadi korban,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi kepada detikcom, Selasa (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan bom bunuh diri tersebut diperkirakan terjadi saat magrib, menjelang waktu berbuka puasa. Qari Ziyaad Patel dari Johannesburg, Afrika Selatan, adalah salah satu orang yang berada di masjid tersebut saat mendengar adanya dentuman keras.
Dia mengatakan suara ledakan tersebut terdengar saat mereka bersiap buka puasa. Awalnya dia beranggapan bahwa suara dentuman tersebut merupakan sebuah tradisi tembakan meriam. Namun kemudian dia merasa tanah di sekitarnya bergetar.
“Getarannya sangat kuat, seperti gedung yang meledak,” katanya.
Ledakan bom bunuh diri ini adalah ledakan bom di tiga kota Arab Saudi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Namun ledakan bom di markas keamanan ini merupakan ledakan bom yang memakan korban paling banyak dibanding bom bunuh diri di dua kota lainnya, Jeddah dan Qatif. (chs)