Mengutip Al-Jazeera, al-Ghabban menyerahkan otoritas kepada wakilnya sampai Perdana Menteri Haider al-Abadi membuat keputusan untuk menyetujui pengunduran dirinya dan mencari pengganti. Namun sampai saat ini al-Abadi belum mengeluarkan komentar.
Kepada wartawan dalam konferensi persnya, dia mengaku sudah gagal untuk menciptakan sistem keamanan di bawah rencana terpadu Baghdad. Dia meminta pemerintah untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan dalam kota Irak dalam komando Kementerian Dalam Negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tragedi yang menewaskan banyak menelan korban perempuan dan anak-anak ini membuat al-Ghabban dihujani protes dan hujatan dari warga. Pengunduran dirinya ini dianggap sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban dirinya. Pengeboman ini diklaim dilakukan oleh ISIS.
(chs)