Namun saat akhir gencatan senjata, justru datang serangan udara di kota Darkush, dekat perbatasan Turki, di provinsi Idlib barat. Provinsi ini memang berada di bawah kendali kelompok pemberontak, termasuk Fron al-Nusra yang berhubungan dengan Al-Qaeda.
Korban yang tewas dan luka berasal dari kota sekitar provinsi tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan juga Syrian Obsetvatory for Human Rights mengungkapkan bahwa kebanyakan korban datang ke tempat tersebut untuk berlibur di akhir pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini adalah pemandangan yang mengerikan karena banyak orang yang jatuh ke dalam sungai. Ada anak-anak, perempuan dan laki-laki,” kata Ahmad Yaziji, kepala pertahanan sipil dari kota terdekat, Jisr al-Shughour kepada Reuters.
Gencatan senjata selama 72 jam ini diumumkan pada hari Rabu. Namun pada Kamis, pasukan pemerintah mengambil langkah untuk merebut kembali daerah yang dikuasai pemberontak. Ketegangan pun meningkat sejak bulan Februari lalu.
(chs)