Belum diketahui apakah pelaku penculikan ini adalah militan Abu Sayyaf, seperti beberapa kasus penyanderaan sebelumnya. Abu Sayyaf adalah kelompok separatis yang berbaiat kepada ISIS di selatan Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima orang bersenjata itu berbicara bahasa Melayu dengan dialek Suluk. Keterangan resmi mengenai kasus ini akan disampaikan dalam konferensi pers hari ini.
Belum ada konfirmasi dari Kementerian Luar negeri Indonesia terkait penculikan ini.
Saat ini Indonesia juga tengah dalam upaya membebaskan tujuh WNI lainnya yang diculik pada 20 Juni lalu dari kapal pembawa batu bara di Laut Sulu.
Sebelumnya Mei lalu kelompok Abu Sayyaf membebaskan 14 WNI yang mereka culik. Abu Sayyaf meminta tebusan dalam jumlah besar, namun pemerintah membantah pembebasan itu melibatkan pembayaran sejumlah uang. (den)