Seorang sumber kepolisian menuturkan kepada Reuters bahwa pria berusia 31 tahun tersebut lahir di Tunisia. Ia sudah tak asing lagi bagi kepolisian karena beberapa tindakan kejahatan yang dilakukan.
Namun, pria itu tidak ada dalam radar intelijen. Kini, aparat sedang menyelidiki kemungkinan adanya kaki tangan pria ini di Nice.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Teror Mematikan di Eropa Selama Satu Dekade |
Seperti dilansir CNN, pengendara truk itu menyetir zigzag dengan kecepatan tinggi sepanjang Promenade des Anglais dan menabraki kerumunan orang.
Setelah melakukan penyelidikan awal, polisi menemukan senapan, bahan peledak, serta granat di dalam truk itu. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan di bawah lembaga antiteror Perancis.
Hollande pun menyatakan bahwa situasi darurat di Perancis yang dicanangkan setelah serangan pada November lalu, akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.
Pada 13 November tahun lalu, sebanyak 130 orang tewas dalam teror Paris di kafe, restoran, gedung konser Bataclan, dan stadion sepak bola Stade de France. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan. Selasa kemarin, otoritas Perancis baru saja menyatakan telah mengidentikasi dalang serangan mematikan tersebut, berikut mengkelaim mengetahui organogram kelompok militan di Perancis.
[Gambas:Video CNN] (stu)