Penyelidikan difokuskan kepada seorang pria yang mengumumkan rencana untuk melakukan kudeta di akun Facebook dan YouTube. Ia disebut menyerukan orang-orang untuk bergabung, menurut Chhum Sucheat, juru bicara menteri pertahanan Kamboja.
“Otoritas sedang menyelidiki dan mencarinya,” kaya Sucheat. Ia mengidentifikasi pria itu bernama Vichea Som namun tak memberi detail lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tidak menyerukan kelompok tertentu atau mengancam untuk mengorganisasi kudeta dalam video tersebut.
Tidak jelas di mana ia membuat video itu, namun ia mengaku ia bergabung dalam sebuah “unit” di barat daya Kamboja.
Lihat juga:Donald Trump Resmi Menjadi Calon Presiden AS |
Dalam beberapa bulan terakhir, tensi antara Hun Sen dan kelompok oposisi meninggi, menjelang pemilu daerah tahun depan dan pemilu pada 2018.
Beberapa anggota dan aktivis oposisi dipenjara karena mengkritik pemerintah. Pada 10 Juli lalu, Kem Ley, aktivis populer yang kerap mengkritik Hun Sen dibunuh di ibu kota Pnon Penh.
Seorang tersangka ditangkap, dan polisi menyatakan bahwa Ley dibunuh karena urusan utang. Namun aktivis percaya motif pembunuhannya adalah politik. (stu)