Delegasi kubu anti-Trump di Partai Republik, Ken Cuccinelli, kepada Reuters, Rabu (20/7), mengatakan istri Cruz, Heidi, sampai harus dikawal keluar dari ruang Konvensi demi keamanan dirinya. Pasalnya, sorakan-sorakan untuk Cruz kian hebat, beberapa meneriakkan kata "Kami ingin Trump".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, dia juga menyerukan: "Saya mohon, jangan tinggal di rumah pada November. Berdirilah dan bersuaralah, dan pilih sesuai hati nuranimu, pilihlah kandidat yang kalian percaya bisa mempertahankan kebebasan dan kesetiaan pada Konstitusi."
Donald Trump tiba di ruang Konvensi di penghujung pidato Cruz, bertepuk tangan atas pidato itu. Kedatangan Trump membuat sorakan terhenti, seluruh perhatian tertuju kepada dirinya.
Trump dan Cruz terlibat perseteruan selama kampanye kandidat calon presiden Republik. Perseteruan tidak hanya soal politik, melainkan pribadi.
Trump dalam sebuah kesempatan menghina penampilan istri Cruz dengan membandingkannya dengan istrinya, Melania, seorang mantan model. Taipan real estate itu juga menuduh ayah Cruz kenal dengan pembunuh John F. Kennedy sebelum presiden AS itu tewas tertembak tahun 1963.
Selama kampanye primer, Cruz menyebut Trump sebagai "mata keranjang" dan "narsis." (ama)