Remaja penyerang itu bunuh diri setelah melepas rentetan tembakan. Tubuhnya ditemukan polisi di dekat Olympia Shopping Centre. Dia, menurut Kepala Kepolisian Hubertus Andrae, telah tinggal di Munich selama lebih dari dua tahun.
Polisi belum menemukan motif penembakan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 21 orang lainnya itu, termasuk anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang saksi, Lauretta, berkata bahwa putranya yang berusia 8 tahun melihat pelaku mengisi pistol dengan peluru di dalam toilet McDonald.
“Laki-laki berbadan besar itu lalu keluar toilet menuju depan restoran, dan menembakkan pistolnya ke pejalan kaki di depan McDonald,” kata Lauretta kepada CNN.
Para saksi mata mengatakan, suara tembakan terdengar 20 kali, membuat orang-orang di depan McDonald panik ketakutan dan berlarian.
Penyerangan di Munich ini terjadi delapan hari setelah teror truk di Nice, Perancis, yang menewaskan 84 orang.
Serangan teror yang meningkat belakangan ini membuat Eropa memasang kewaspadaan tinggi. Pekan ini, seorang remaja yang mengaku terinspirasi ISIS, menusuk penumpang di gerbong kereta di Jerman. Ia kemudian ditembak mati polisi.