Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor mendapat laporan dari otoritas Malaysia bahwa pada Minggu (24/7) pukul 05.00 WS, mereka menemukan 34 WNI selamat —26 pria dan 8 wanita— serta 8 WNI meninggal di Pantai Batu Layar, Johor, Malaysia. “Mereka adalah TKI korban kapal yang tenggelam,” ucap Iqbal dalam keterangan tertulisnya kepada media, Minggu (24/7).
Segera setelah menerima informasi tersebut Menlu RI meminta Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Taufiqur Rizal, untuk menangani para korban. Menlu juga meminta agar para korban, baik yang selamat maupun meninggal, dapat diupayakan kemudahan perawatan dan pemulangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, kata Taufiqur, kedua otoritas tersebut sepakat untuk mempermudah proses pemulangan. “Karena itu KJRI saat ini sudah mulai menyiapkan dokumen perjalanan bagi para korban,” lanjut Taufiqur menjelaskan tindak lanjut terhadap arahan Menlu.
Diduga kuat kapal yang tenggelam adalah kapal yang berlayar tidak resmi alias jalur belakang. Dari hasil wawancara diketahui bahwa kapal mengalami mati mesin sekitar pukul 23.00 pada Sabtu (23/7).
Kapal kemudian diempas oleh gelombang laut lalu tenggelam. Kejadian tersebut baru diketahui sejumlah nelayan sekitar pada Minggu (24/7) pukul 05.00. Kapal tersebut dalam pejalanan dari Johor menuju ke Batam, Kepulauan Riau, dan dimuati 62 orang. Dengan demikian saat ini masih 20 penumpang lainnya yang dalam proses pencarian oleh Tim SAR.
Dari 34 orang yang sejauh ini berhasil diselamatkan diketahui berasal dari NTB (10), Jawa Timur (9), Aceh(4), Sumatera Utara (4), NTT (3), Banten (2), Jambi (1) dan Sumatera Barat (1).
Sebelumnya, sejak 2013 sekurangnya sudah terjadi tujuh kali peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut TKI tidak berdokumen melalui jalur tidak resmi. Dari tujuh peristiwa tersebut tercatat sekurangnya 152 orang meninggal dan hilang. (obs)