Diberitakan Reuters, video tersebut dipublikasi oleh kantor berita ISIS, Amaq, selang sehari setelah kedua pelaku menyerbu gereja di Normandia dan menggorok leher pendeta berusia 80-an pada Selasa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ISIS juga telah menyatakan bahwa keduanya adalah "serdadu ISIS". Kermiche, 19, bersama dengan pelaku lainnya yang belum diidentifikasi polisi menyerbu masuk ke gereja di Saint-Etienne-du-Rouvray saat misa tengah berlangsung.
Bersenjatakan pisau, mereka menyandera beberapa jemaat gereja, termasuk pendeta Jacques Hamel dan beberapa biarawati. Hamel tewas digorok lehernya di depan altar gereja.
Kedua pelaku tewas ditembak polisi.
Kermiche bukan orang asing di kalangan intelijen Perancis. Dia pernah dua kali gagal masuk ke Suriah tahun lalu dan dalam pengawasan ketat aparat.
Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan serangan itu dilakukan para "pembunuh yang pengecut."
Perancis masih berada dalam status darurat sejak serangan di Paris November tahun lalu yang menewaskan 130 orang. Sejak saat itu, Perancis mengawasi ribuan orang yang dianggap kelompok ekstremis. (stu)