Dalam wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN, Rabu (27/7), Barak mengatakan agenda tersembunyi Netanyahu adalah mengabaikan solusi dua-negara, Israel dan Palestina, tapi membentuk satu-negara dengan mencaplok seluruh wilayah Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netanyahu, kata dia, selama ini hanya omong kosong ke Amerika Serikat untuk membentuk dua-negara demi perdamaian Timur Tengah. Barak melanjutkan, Netanyahu secara pribadi menginginkan perdamaian, namun partainya, Likud, kini dikuasai oleh orang-orang ekstrem yang menginginkan perang.
"Hasilnya saat ini pemerintahan memiliki pola pikir pesimistis, pasif, takut dan merasa menjadi korban," ujar Barak.
Dalam agenda tersembunyi Netanyahu, lanjut Barak, Israel akan menjadi negara yang terbentang dari Mediterania hingga Sungai Yordania, dengan jutaan warga mayoritas Muslim Palestina di dalamnya. Hal ini akan membuat Israel menjadi negara yang kacau, bukan negara Yahudi, juga bukan negara demokrasi.
Jika negara seperti ini terbentuk, maka akan muncul negara dalam negara, "dan mungkin akan terjadi perang sipil dengan dua kubu yang berbeda."
Barak mengatakan, keadaan seperti ini akan sangat berbahaya bagi keberadaan Israel, lebih mengancam ketimbang Iran mau pun ISIS.
"Mereka [ISIS] tidak berdaya jika satu-lawan-satu dengan tentara Israel. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanyalah 50 ribu orang yang mengendarai mobil pickup Toyota dengan senapan mesin Perang Dunia II. Mereka bukan ancaman bagi Israel," kata Barak.
Sedangkan, lanjut Barak kepada Amanpour, "solusi satu-negara menghancurkan landasan impian dan proyek Zionis." (den)