"Kedua kandidat akan dihubungi dan ditawarkan sesi pemaparan. Kami sudah memiliki satu tim yang siap," ujar Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper, seperti dikutip Reuters, Kamis (28/7).
Sementara itu, beberapa pejabat lain membocorkan bahwa sesi itu akan menunjukkan gambaran luas dari isu-isu paling penting, ancaman, dan tren, termasuk terorisme, Rusia, dan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Clapper mengatakan bahwa Clinton dan calon wakilnya, Tim Kaine, juga Trump bersama Mike Pence pada dasarnya akan ditawarkan sesi penerangan intelijen. Namun, para kandidat dapat meminta sesi tersebut dipecah dalam beberapa segmen.
Menurut Clapper, ajudan dan penasihat para kandidat tidak diizinkan menghadiri sesi tersebut kecuali memiliki jaminan keamanan yang memberikan mereka akses ke intelijen 'Top Secret'. (stu/stu)