"Nominasi Republik tidak layak untuk menjadi presiden. Dia terus membuktikan hal itu," kata Obama di Gedung Putih dalam konferensi pers usai kunjungan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dikutip Reuters, Selasa (2/8).
Komentar Obama menyusul kritikan Trump terhadap pidato Khizr dan Ghazala Khan soal putra mereka, Humayun Khan, seorang tentara Muslim yang tewas di Irak. Khan mengecam sikap rasisme Trump dan rencananya melarang Muslim masuk AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Obama, pernyataan-demi-pernyataan yang keluar dari mulut Trump semakin membuktikan bahwa taipan real-estate itu jauh dari kata "layak" untuk memimpin Amerika.
"Kenyataan bahwa dia menyerang keluarga Bintang Emas yang berkorban besar untuk negeri ini, kenyataan bahwa dia tidak memiliki pengetahuan dasar soal isu kritis di Eropa, di Timur Tengah, di Asia, artinya tidak siap untuk pekerjaan ini," kata Obama.
Bintang Emas adalah sebutan bagi keluarga di AS yang kehilangan putra atau putri saat bertugas di kemiliteran.
Komentar Trump itu juga tidak mendapatkan dukungan dari koleganya di Partai Republik. Sebut saja John McCain, Paul Ryan, Mitch McConnel, semuanya menentang pernyataan Trump.
"Pertanyaan yang harus mereka jawab sendiri adalah, jika kalian berulang kali mengeluarkan pernyataan keras bahwa apa yang dia katakan tidak bisa diterima, mengapa kalian masih mendukungnya?" ujar Obama.
Obama yang mendukung Hillary Clinton mengatakan, jika saja dia kalah dari McCain dalam pemilu tahun 2008 atau dari Mitt Romney pada 2012, dia masih tidak meragukan kemampuan dua petinggi Republik itu dalam memimpin. Berbeda halnya dengan Trump.
"Seseorang yang membuat pernyataan seperti itu tidak memiliki hak untuk menilai, kesabaran, pemahaman untuk menempati posisi paling kuat di dunia," tegas Obama. (den)