Secara keseluruhan, para siswa sekolah dasar tak hanya dituntut untuk mempelajari masa kecil Kim, tapi juga ayahnya, Kim Jong Il, serta kakeknya, Kim Il Sung, bahkan neneknya, Kim Jong Suk, dalam kurikulum selama lima tahun.
Menurut laporan Institut Korea untuk Evaluasi Kurikulum (KICE), pelajaran mengenai kehidupan Kim Jong Il dan Kim Il Sung sendiri masing-masing akan memakan 171 jam kurikulum. Sementara untuk Kim Jung Suk, disediakan 34 jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layaknya negara komunis lainnya, prinsip utama Korut juga berdasar pada revolusi kelas pekerja. Namun, para penguasa mengklaim bahwa publik harus menerima bimbingan dari pemimpin mereka, yaitu keluarga Kim.
Tak sampai di situ, doktrin mengenai Keluarga Kim berlanjut hingga tahapan edukasi selanjutnya. Para mahasiswa belajar mengenai sejarah revolusi Kim Jong Un selama 81 jam.
"Pelajaran yang tidak berkaitan dengan Kim Jong Un dimasukkan sebagai subjek spesial guna memperkuat kepemimpinannya. Empat mata pelajaran mengenai keluarga Kim diajarkan secara konsisten selama sekolah dasar, menengah, dan tinggi," ujar Kim Jin Sook dari KICE dalam laporannya, seperti dikutip AsiaOne.
"Di samping pembatasan alat ideologi dalam edukasi, kita dapat melihat eksperimen baru edukasi sedang dicoba di Korea Utara," tulis Kim.
Namun tetap saja, kata Kim, persepsi masyarakat akan kabur karena adanya doktrin begitu kuat mengenai sistem politik di Korut. (stu)