Kepolisian Rouen mengonfirmasi bahwa lilin dan kembang api itu jatuh ke lantai dan membakar karpet di lantai bawah tanah bar Cuba Libre, tempat di mana sekitar 20 remaja sedang mengadakan pesta ulang tahun.
"Kebanyakan korban tewas itu meninggal karena api, sementara yang lainnya karena menghirup uap racun," ujar seorang petugas kepolisian Rouen kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, mengatakan penyelidikan kini sedang terus dilakukan. Namun menurut Wali Kota Rouen, Yvon Robert, insiden ini murni kecelakaan.
Insiden ini sempat membuat panik warga sekitar. Pasalnya pada bulan lalu, Kota Rouen baru saja dilanda teror ketika dua pemuda menyandera jemaat di salah satu gereja dan menyayat leher sang pendeta hingga tewas.
Seorang penduduk bahkan sempat termenung melihat kaca bar itu hancur dan bagian dalam bangunan menghitam.
"Tiba-tiba, semuanya hancur. Kmai melihat asap dan api, kursi-kursi beterbangan, dan jendela meledak," kata Valerie Fouquet yang sedang berada di teras bar saat insiden terjadi.
Namun, suasana berangsur membaik ketika lebih dari 50 petugas pemadam kebakaran dengan sigap memadamkan api dalam waktu 30 menit. (stu/stu)