Pidato semacam ini langka terjadi di Jepang, dan banyak yang memprediksi isinya akan berkisar soal rencana pengunduran Akihito sebagai kaisar.
Bulan lalu, NHK melaporkan bahwa Akihito, 82, ingin turun takhta dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah kekaisaran Jepang selama 200 tahun.
Lihat juga:Kaisar Jepang Ingin Turun Tahta |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Mei lalu, Akihito mengatakan bahwa ia dan Permaisuri Michiko, 81, akan mengurangi waktu tampil di hadapan publik, dan banyak tugas-tugas resminya diambil alih oleh Putra Mahkota Naruhito, 56.
Naruhito sendiri hanya memiliki seorang anak perempuan. Karena hanya laki-laki yang dapat mewarisi takhta dalam kekaisaran Jepang, takhta setelah Naruhito akan diteruskan ke saudaranya, Pangeran Akishino, dan kemudian ke keponakannya, Hisahito yang masih berusia sembilan tahun.
Sementara itu Perdana Menteri Shinzo Abe disebut akan mengeluarkan pernyataan setelah pidato Akihito, untuk menghindari politisasi terkait masalah ini. (stu)