Menurut kantor berita Xinhua, lima warga Taiwan yang dideportasi merupakan bagian dari 40 pelaku penipuan yang dibawa dari Kenya ke China untuk ditahan oleh polisi pada Senin (8/8).
Mereka merupakan kelompok yang sama dengan yang didrpoetasi ke China pada April lalu, yang juga dituding melakukan penipuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas dari yang ditahan sebelumnnya sudah dinyatakan tak bersalah oelh pengadilan di Nairobi atas tudingan operasi penipuan lewat telepon dan internet. Namun kemudian, mereka kembali didakwa oleh pihak berwenang China. Pejabat china menyebut bahwa warga Taiwan tu mengaku setelah diterbangkan ke China.
Kebijakan “satu China” berarti bahwa China dan Taiwan diperlakukan sebagai satu negara. Taiwan berpisah dari China pada 1949 setelah perang sipil usai, tapi tidak pernah mendeklarasikan melepaskan diri. Sementara itu, Chia selalu menganggap Taiwan sebagai bagian dari China.
Kenya sendiri tidak mengakui Taiwan, juga tidak membina hubungan diplomatik dengan negara itu. (stu)