Putin menerima kunjungan Erdogan di St. Petersburg, Selasa (9/8). Ini merupakan kunjungan pertama Erdogan ke luar negeri setelah percobaan kudeta yang gagal di Turki pada Juli lalu.
Hubungan kedua negara sempat terputus sejak jet tempur Rusia ditembak Turki di wilayah perbatasan dengan Suriah pada akhir tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Putin yang telah mengundang dia ke Rusia dan mengatakan kerja sama antara kedua negara harus menguntungkan seluruh wilayah.
Kedua pemimpin itu juga membahas perang Suriah, dalam sesi tertutup berikutnya. Terkait Suriah, Turki dan Rusia mendukung pihak yang berlawanan. Turki mendukung pemberontak Islam sedang Rusia memberi dukungan kepada pemerintahan Bashar al-Assad.
[Gambas:Video CNN]
Putin mengatakan kepada Erdogan bahwa ia berharap Ankara sepenuhnya bisa memulihkan ketertiban setelah upaya kudeta, dan mengatakan bahwa Moskow selalu menentang tindakan inkonstitusional.
"Saya ingin mengungkapkan harapan bahwa di bawah kepemimpinan Anda orang-orang Turki akan mengatasi masalah ini dan ketertiban dan legalitas konstitusional akan dikembalikan," ujar Putin.
Sebelumnya, Erdogan sempat menyatakan kekecewaan terhadap negara Barat yang mengkritik tindakan kerasnya pasca percobaan kudeta, yang menewaskan 246 orang.
Turki juga menyalahkan kudeta kepada ulama Fethullah Gulen yang saat ini berada di pengasingan di Pennsylvania. Turki telah meminta AS secara resmi untuk mengekstradisi Gulen, namun AS meminta Turki memberikan bukti keterlibatan Gulen dalam peristiwa itu. Gulen sendiri menampik tuduhan tersebut dan menilai permintaan ekstradisi itu hanyalah cara Erdogan untuk membawanya kembali pulang ke Turki dan menghukumnya. (stu)