Sebelumnya, Pentagon sudah memberi indikasi bahwa foto yang dipamerkan oleh ISIS, menunjukkan peluncur roket portabel, radio, granat dan sejumlah peralatan militer lainnya yang tidak umum digunakan oleh pasukan pemerintah Afghanistan, sepertinya merupakan properti milik AS.
Serangan itu membuat para tentara meninggalkan posisi mereka, hingga berbagai peralatan perang direbut dan dipamerkan oleh ISIS melalui internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Untuk alasan yang bisa dimengerti, nyawa tentara tidak akan dibuat dalam risiko demi peralatan,” ujar Cleveland.
Pertempuran dengan ISIS di Nangahar telah mencederai beberapa tentara AS.
Kelompok yang sama yang menyebarkan foto senjata itu, juga menunjukkan kartu identitas seorang personel militer Angkatan Darat AS, Ryan Jay Larson, mengklaim mereka telah menangkapnya. Namun pejabat militer AS mengatakan Ryan kehilangan kartu identitasnya selama baku tembak pada 25 Juli dan masih bersama dengan unitnya. (stu)