Insiden ini bermula ketika departemen kepolisian unit geng sedang menyelidiki laporan vandalisme di bagian timur pusat kota sekitar pukul 17.35 waktu setempat pada Selasa (9/8).
Di sana, petugas menemukan dua pemuda. Salah satu dari mereka melarikan diri dan dua petugas mengejarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Remaja yang teridentifikasi bernama Jesse James Romero itu dinyatakan tewas di tempat. Sementara itu, tersangka lainnya yang tidak melarikan diri akhirnya hanya diinterogasi dan dibebaskan.
Senjata yang dipakai Romero akhirnya disita. Namun, masih terlalu dini bagi penyelidik untuk menentukan apakah pistol itu memang sempat melepaskan peluru saat digunakan oleh Romero.
Arcos kemudian menjelaskan bahwa vandalisme itu terkait dengan aktivitas geng. Namun, ia tak menyebut Romero merupakan anggota geng.
Sementara itu, keluarga Romero mempertanyakan tindakan polisi ini. Sambil menahan air mata, ibunda Romero mengatakan bahwa putranya adalah anak yang baik. Ia tak mengerti alasan polisi menembak Romero hingga mati.
Arcos pun memastikan bahwa penyelidikan akan terus dilanjutkan dan berkata, "Kehilangan nyawa memang selalu tragis, begitu pula ketika kehilangan seorang pemuda." (stu/stu)