Trump dalam pidatonya, Senin (15/8), mengatakan akan menerapkan "penyaringan ekstrem" bagi pendatang Muslim. Salah satunya, kata dia, adalah dengan menerapkan tes ideologi untuk memastikan warga Muslim tersebut menghargai nilai-nilai kebebasan yang dianut oleh Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika menang dalam pemilu November mendatang, Trump akan menerapkan kebijakan yang selama ini digadangnya, yaitu menghentikan pemberian visa dari negara-negara mayoritas Muslim yang warganya memiliki riwayat terorisme.
Penghentian pemberian visa dilakukan secara sementara sampai "aman untuk dilanjutkan", kata Trump.
Trump dalam pidatonya di Ohio tersebut juga menjabarkan rencananya mengalahkan ISIS di Suriah dan Irak. Calon presiden dari Partai Republik ini mengatakan akan meningkatkan kerja sama dengan NATO dan meningkatkan kemampuan finansial, militer dan siber untuk memberantas ISIS.
Dalam kesempatan itu, Trump juga menyerang rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Dia mengatakan Clinton tidak akan mampu mengalahkan ISIS karena mantan menlu itu tidak memiliki "mental dan stamina."
"Hillary Clinton kurang mampu memberi penilaian, kurang stabil dan temperamen dan kurang memiliki karakter moral untuk memimpin negara ini. Dia juga kurang mental dan stamina fisik untuk melawan ISIS, dan seluruh musuh yang kita hadapi," ujar Trump.
Sebelumnya Trump telah menuding Clinton dan Presiden Barack Obama sebagai "pendiri' ISIS dalam sebuah pidato. Saat dikonfirmasi ulang, dia kembali menegaskan pernyataannya itu.
Berbagai komentar Trump yang rasis dan tidak sesuai fakta membuat taipan realestate itu kehilangan para pendukungnya, termasuk dari kalangan Republikan. Pada survei opini awal pekan ini, dia kalah dibanding Clinton. (den)