Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa akibat serangan di Provinsi Hajja tersebut, petugas medis tidak dapat langsung mengevakuasi korban karena pesawat tempur terus terbang di daerah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut MSF, ini merupakan kali keempat fasilitas mereka dihantam serangan selama 12 bulan belakangan.
"Bahkan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan menghentikan serangan terhadap fasilitas medis dan deklarasi tingkat tinggi terhadap komitmen hukum kemanusiaan internasional, sepertinya tidak ada yang dilakukan agar pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman menghormati staf medis dan pasien," kata MSF.
Pada Sabtu (13/8) lalu, koalisi Saudi juga menjadi sorotan karena serangan udara mereka menghantam sebuah sekolah di dekat provinsi Saada dan menewaskan 10 orang. Koalisi tersebut menyatakan bahwa target serangan itu sebenarnya adalah fasilitas pelatihan kelompok pemberontak Houthi.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengecam serangan ini dan menyerukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Koalisi Saudi pun menyambut seruan Ban dan mengatakan akan melakukan penyelidikan.
Al-Arabiya melaporkan bahwa Tim Penilaian Insiden Gabungan (JIAT) tengah menunggu permintaan dari Sekjen PBB untuk menyelidiki laporan MSF tersebut. JIAT berjanji akan menginvestigasi laporan MSF dan akan mempublikasikan hasil penyeldikannya sesegera mungkin.
Koalisi Saudi sudah beberapa kali dikecam karena mengancam nyawa warga sipil Yaman sejak memulai kampanye serangan udaranya pada Maret 2015 lalu untuk membantu pemerintahan Presiden Abd-rabbu Mansour Hadi yang mulai terdesak oleh Houthi.
(ama)