Sebelum melanjutkan pendidikan di Universitas Gaziantep, Handika merupakan seroang pelajar SMA Semesta Bilingual Boarding School di Gunung Pati, Kota Semarang. Selama belajar di Sekolah Semesta, putra pasangan Basuki Raharjo dan Supartiningsih, warga Wonosobo, Jateng ini selalu memperoleh nilai yang memuaskan.
"Kami yakin betul Handika tidak terlibat organisasi atau kelompok terlarang. Dia anak yang cerdas, alumni kami yang menorehkan prestasi", kata Kepala Sekolah SMA Semesta Moh.Haris kepada CNN Indonesia.com, Senin (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husein mengungkapkan dirinya dan sejumlah rekannya akan melakukan upaya ke Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Pendidikan RI serta Kedutaan Besar Indonesia di Turki untuk melakukan mediasi atau pembebasan Handika dari sel tahanan di Turki.
"Kami dan rekan-rekan akan melakukan upaya ke Kemenlu, Kemendikbud dan Kedubes disana agar Handika bisa cepat dikelurkan", kata Husein.
Sebelum terkuaknya kabar penangkapan Handika, Pemerintah Turki sempat meminta Pemerintah Indonesia untuk menutup 9 sekolah yang dianggap terafiliasi Kelompok Pemberontak Fetulah Gulen. Salah satu dari sembilan sekolah tersebut adalah Sekolah Semesta Bilingual Boarding School di Semarang. (ama/stu)