Akibat komentarnya ini, Dotan yang menjabat sebagai pemimpin Dewan Rendah Galilee juga dituntut oleh Koalisi Melawan Rasisme untuk membayar NIS10 juta atau setara Rp34,5 miliar.
Koalisi itu mengklaim seluruh populasi Arab di Israel berhak mendapatkan kompensasi itu sebagai ganjaran atas potensi diskriminasi di kolam renang yang dioperasikan oleh dewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dotan kemudian menjelaskan bahwa ia sebenarnya tidak bermaksud rasis, tapi pandangannya ini berdasarkan pada "perbedaan kebudayaan" sehingga berpengaruh pada "kebudayaan kebersihan."
Komentar ini dikecam oleh banyak pihak, termasuk anggota parlemen dari faksi Joint (Arab) List, Youseff Jabareen yang akhirnya mendesak agar Dotan segera mundur.
Menanggapi kontroversi yang muncul setelahnya, Dotan pun melansir pernyataan melalui akun Facebook pribadinya.
Dotan menjelaskan bahwa saat siaran radio, ia ditanya mengenai populasi homogen yang ada di kolam-kolam dewan.
"Sebagai jawabannya, saya menceritakan perbedaan budaya antara berbagai populasi dan tingkahnya di kolam. Sayangnya, mungkin maksud saya disalahartikan dan mungkin salah ucap. Bagaimanapun, saya meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung," tulisnya. (stu)