"Terkadang, dalam panasnya perdebatan dan berbicara soal berbagai isu, Anda tidak dapat memilih kata yang tepat atau Anda mengatakan hal yang salah," kata Trump di hadapan para pendukungnya dalam kampanye di Charlotte, North Carolina, Kamis (18/8).
"Saya telah melakukan itu, dan saya menyesal, terutama ketika itu menyebabkan sakit hati. Terlalu banyak hal lain ketimbang kita mempermasalahkan hal ini," kata taipan real-estate itu, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dikecam banyak pihak selama masa kampanyenya, Trump yang terkenal dengan komentarnya yang rasis terhadap perempuan, imigran Meksiko dan warga Muslim ini sebelumnya tidak pernah meluncurkan permintaan maaf di depan publik semacam ini.
"Kami belajar malam ini bahwa tim perumus naskah pidatonya tahu betul Trump harus meminta maaf soal banyak hal. Namun, permintaan maaf itu hanyalah sebuah kalimat yang tak bermakna, kecuali dia memberitahu kami pernyataannya yang ofensif, intimidatif, dan memecah belah yang mana yang ia sesali - dan mengubah cara bicaranya," bunyi pernyataan dari tim kampanye Clinton.
Seiring dengan menurunnya dukungan dalam jajak pendapat, Trump belakangan mencoba strategi berbeda dalam kampanyenya, yakni dengan mencoba berbicara lebih bijak.
Lihat juga:Giliran Anak Ronald Reagan Mengkritik Trump |
Meski demikian, manajer tim kampanye baru Trump, Kellyanne Conway, berjanji bahwa Trump tetap akan mempertahankan "keaslian" pendapatnya dan tak ambil pusing terhadap berbagai komentar kontroversialnya di masa lalu.
"Kami ingin mengemukakan pesan yang optimistis, mengembirakan dan berfokus pada kebijakaan kepada warga Amerika," kata Conway kepada CBS.
Selama dua pekan terakhir, lanjut Conway, Trump memberikan pidato mengungkapkan kebijakannya soal upaya peningkatan lapangan pekerjaan, keamanan nasional serte penegakan hukum dan ketertiban di AS.
"Dia akan lebih banyak memberikan pidato terkai kebijakan terhadap isu-isu itu. Anda akan melihatnya mengungkapkan banyak usulan kebijakan," tuturnya.
"Minggu depan adalah pidato soal imigrasi, disusul oleh pidato soal edukasi. Lihat saja," kata Conway. (ama)