Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad bisa berperan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama lima tahun, namun ia seharusnya tidak ambil bagian dalam masa depan Suriah.
Lihat juga:Selidiki Kasus Gulen, AS Kirim Tim ke Turki |
Selain penggulingan Assad dan munculnya kelompok militan, konflik Suriah juga memunculkan kembali isu kemerdekaan kelompok Kurdi yang selama ini ikut memerangi Assad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertempuran di Hasaka itu disebut sebagai konfrontasi terpanas antara tentara Kurdi Suriah, YPG, dengan pasukan Assad.
Meski keterlibatan militer intensif dari negara Arab, Rusia, AS dan Iran di Suriah, Yildirim mengatakan ia yakin akan tercapai solusi untuk mengakhiri konflik Suriah. (stu)