“Saya tidak ingin menghina Anda. Tapi mungkin kami cuma harus memutuskan untuk berpisah dari PBB,” kata Duterte, Minggu (21/8). “Mengapa Anda harus mendengar kebodohan ini?”
Duterte mengkritik balik PBB dengan menyebut bahwa badan itu tak melakukan cukup upaya dalam memerangi perang dan kelaparan, serta tak bisa melakukan apa pun terkait konflik di Suriah dan Irak. Ia lebih lanjut mengatakan akan mengundang China dan negara-negara Afrika untuk membentuk organisasi dunia tandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan PBB seharusnya melakukan hal sesuai prosedur seperti mengirimkan seorang pelapor untuk berbicara dengannya.
[Gambas:Video CNN]
Dua pakar badan kemanusiaan PBB pekan lalu mendesak Duterte untuk menghentikan rangkaian pembunuhan para pengedar obat-obatan terlarang dalam perangnya terhadap narkoba.
“Saya akan membuktikan kepada dunia bahwa Anda adalah pakar yang sangat bodoh,” kata dia pada Jumat malam, seraya menyerukan agar tidak hanya melihat kematian terkait narkoba, namun juga nyawa-naywa orang tak berdosa yang hilang akibat narkoba.
Pada Jumat, Duterte juga menolak bahwa pemerintahannya bertanggung jawab atas kematian itu dan kemudian mengatakan bahwa kematian itu bukan akibat pekerjaan polisi. Ia juga mengundang ahli PBB untuk melakukan investigasi.
Menurut perhitungan polisi nasional, pada pekan lalu, lebih dari 500 orang tewas dalam baku tembak dengan polisi dan hampir 8.000 lainnya ditangkap dalam perang melawan narkoba. Namun media lokal dan kelompok pemerhati HAM memperkirakan jumlah korban tewas lebih tinggi, mencapai 1.000 orang.
Duterte berkali-kali menegaskan dia tidak akan mengalah dalam perang terhadap narkoba hingga sindikat narkoba di Filipina hancur. (stu)