Seperti dilansir dari CNN, Erdogan mengatakan bahwa indikasi awal menunjukkan kelompok teror ISIS berada di balik serangan pada Sabtu (20/8) malam tersebut. Bom menghancurkan sisi luar perayaan pernikahan di Gaziantep, dekat perbatasan Suriah.
"Temuan awal dari gubernur dan polisi kami menunjukkan serangan itu telah dilakukan oleh Daesh," kata Erdogan, yang menggunakan 'Daesh' sebagai istilah lain untuk kelompok teror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah korban tewas dari serangan melonjak menjadi 51 orang pada Minggu (21/8). Adapun puluhan orang yang mati dikuburkan kemudian di pemakaman kota. Sementara 69 orang terluka dalam ledakan itu, dengan 17 dari mereka dalam kondisi kritis.
Otoritas keamanan Turki telah menemukan potongan-potongan rompi bunuh diri yang meledak di tempat kejadian. Saksi-saksi ledakan menjelaskan adegan mengerikan, di mana salah satunya mengaku melihat bagian tubuh berserakan di lokasi bom.
"Kami tidak bisa melihat apa-apa lagi selain bagian tubuh yang berceceran," kata Sukru Akdogan, saudara mempelai pria. (gir)