Menurut keterangan pasukan Kurdi dan warga setempat, kelompok YPG memulai serangan pada Senin (22/8) dini hari dalam upaya menguasai distrik Nashwa di tenggara. Di wilayah itu terdapat markas pasukan keamanan yang berdekatan dengan kantor gubernur tak jauh dari pusat kota.
Milisi YPG sebelumnya telah berhasil merebut Ghwairan, sebuah lingkungan Arab yang besar dari kekuasaan pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.
Lihat juga:Hasaka Memanas, Warga Sipil Melarikan Diri |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YPG merupakan salah satu kelompok pemberontak Suriah yang didukung koalisi serangan udara pimpinan AS. YPG membantu AS menyerang markas kelompok militan ISIS di sejumlah wilayah ISIS. Kelompok ini telah menyiapkan pemerintah sendiri sejak perang Suriah meletus pada 2011.
Tentara pemerintah menuduh Asayish memicu kekerasan melalui peningkatan "provokasi," termasuk pengeboman sejumlah markas militer di Hasaka.
Sementara, YPG membantah telah menandatangani gencatan senjata. Kelompok ini kemudian membagikan selebaran dan menyerukan melalui pengeras suara untuk mendesak tentara dan milisi pro pemerintah menyerahkan senjata mereka atau terancam mati.
"Pertempuran ini diputuskan dan kami tidak akan mundur. Kami mendesak Anda untuk menyerahkan senjata atau kalian akan mati," bunyi selebaran itu, dikutip dari Reuters.
Milisi YPG dikenal juga dengan Unit Perlindungan Rakyat. Kelompok ini terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan. Meski diterjang bom dari jet tempur Suriah, pasukan Kurdi berhasil memperluas daerah kekuasaan mereka di Hasaka.
Ribuan warga kota Hasaka, yang terdiri dari beragam latar belakang agama, termasuk komunitas Kristen, telah melarikan diri ke sejumlah kota lainnya ketika peperangan meningkat. Warga Kurdi menghuni sebagian besar lingkungan di sebelah timur Suriah, sementara warga Arab mendiami wilayah selatan. (ama)