Seperti dilansir The Telegraph, milisi menyebut bahwa mereka menemukan harta karun tersebut di gedung yang disebut-sebut oleh ISIS sebagai "Rumah Pendanaan Muslim" atau "departemen keuangan."
Sejumlah foto yang dirilis oleh milisi dukungan pemerintah menunjukkan satu peti berisi kalung emas, gelang, dan anting. Namun, selama ini ISIS dikenal sebagai kelompok keras yang melarang perempuan mengenakan perhiasan dan menutup wajahnya dengan niqab hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, ditemukan pula timbunan Kalashnikov, senapan, dan pistol yang diyakini dirampas dari para warga ketika ISIS melucuti penduduk di Sirte.
Amerika Serikat membantu dengan serangan udara untuk melindungi para personel milisi dari ranjau dan penembak jitu ISIS.
Sepanjang akhir pekan lalu, milisi berhasil mendepak ISIS dari masjid utama dan penjara yang digunakan untuk menampung pelanggar hukum ekstrem kelompok militan itu.
Keberhasilan operasi di Sirte ini memang dapat menjadi pukulan terhadap ambisi ISIS di Libya. Namun, kehadiran ISIS di Libya diperkirakan belum akan berakhir. (stu)