"Mereka merasa terdesak untuk melepaskan tiga tembakan peringatan. Mereka sudah mengambil langkah untuk meredam ketegangan," ujar juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip Reuters.
Seorang pejabat pertahanan AS yang enggan diungkap identitasnya kemudian menjabarkan bahwa sebelum penembakan terjadi pada Rabu (24/8), sebenarnya ada tiga kapal Iran di sekitar lokasi kejadian, yaitu di utara Teluk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini bukan kali pertama kapal Iran melakukan manuver yang menurut AS dianggap berbahaya. Menurut sumber ini, insiden serupa juga terjadi di hari yang sama, tapi tak menjabarkan lebih lanjut.
Sebelumnya, Selasa (23/8), Pentagon menuding Iran melecehkan kapal perang AS di dekat Selat Hormuz. Sumber Reuters mengatakan, USS Nitze sedikitnya telah memperingatkan kapal Iran 12 kali, tapi tidak direspons. Bahkan kapal AS menembakkan 10 kali suar ke arah dua kapal Iran, namun tidak menghentikan laju mereka.
Menanggapi kisruh ini, Menteri Pertahanan Iran, Hossein Dehghan, mengatakan bahwa kapal negaranya itu hanya melakukan tugasnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau, tetap menekanlan bahwa pemerintah belum mengetahui alasan jelas dari tindakan para awak kapal Iran ini. Namun, AS menganggap perilaku ini tidak dapat diterima.
"Kami yakin, tindakan seperti ini memprihatinkan. Mereka meningkatkan ketegangan yang sebenarnya tidak perlu," katanya.
Rangkaian insiden ini memang terjadi di kala hubungan Iran dan AS sebenarnya mulai harmonis sejak Washington mencabut sanksi pasca perjanjian nuklir.
Namun, memang masih ada perbedaan pendapat ihwal program rudal balistik Iran. (stu)