“Saya akan menjadi presiden yang menciptakan kembali otoritas negara,” kata Sarkozy disambut tepuk tangan pendukungnya di sebuah stadion Chaterurenard, mengibarkan bendera Perancis sambil berteriak, “Nicolas! Nicolas!”
Sarkozy, dari partai konservatif, menjadi presiden Perancis pada periode 2007-2012 sebelum akhirnya kalah dari Francois Hollande dari Partai Sosialis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun popularitas Sarkozy terus merangkak naik terutama sejak Juni lalu, setelah serangan truk di Nice saat perayaan Bastille Day yang menewaskan 84 orang.
Kepada pendukungnya dalam kampanye pertama menuju 2017 itu, Sarkozy mengatakan bahwa pelarangan burkini seharusnya berlaku dalam skala nasional. Hingga saat ini ada 15 kota di Perancis yang melarang burkini.
Sebaliknya, ia mengatakan bahwa pemakaian burkini merupakan pelanggaran atas sistem sekuler yang dianut Perancis.
“Kami datang ke sini untuk mendukungnya, kami akan memilih dia karena ia dinamis dan telah terbukti selama krisis subprime [mortgage] ia serius dan mampu,” kata Georges Petit, 77, yang datang bersama dengan istrinya. (stu)