Diberitakan CNN, Sabtu (27/8), Rodolfo Illanes, wakil menteri dalam negeri Bolivia terbunuh pada Kamis lalu di Panduro usai bertemu dengan para penambang yang melakukan aksi protes dan memblokade jalan.
Presiden Bolivia Evo Morales mengumumkan tiga hari berkabung usai kematian Illanes. Dia mengatakan bahwa Illanes telah diculik dan disiksa hingga tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pertahanan Bolivia Reymi Ferreira menangis dalam siaran televisi saat mengatakan Illanes tewas akibat dipukuli. Saat itu Illanes bertugas menjadi mediator pemerintah dengan para penambang.
Otopsi menunjukkan Illanes disiksa selama enam hingga tujuh jam, dan menderita pukulan di seluruh tubuh. Beberapa tulang iganya patang, dan tengkoraknya retak, seperti yang disampaikan jaksa agung Bolivia, Ramiro Guerrero.
Lima orang, termasuk pemimpin para penambang ditahan. Sedikitnya 40 orang penambang sedang diinterogasi.
Morales mengatakan aksi protes tersebut adalah bentuk "konspirasi politik" terhadap pemerintahnya yang dilakukan oleh oposisi sayap-kanan. Tuduhan ini dibantah pihak oposisi. (den)