Reuters memberitakan, para pendukung Rousseff menentang pemakzulan tersebut dan melakukan perusakan di jalanan Sao Paolo. Demonstran yang memakai tutup wajah ini membakar bangunan dan merusak kendaraan di jalanan kota terbesar di Brasil itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi protes pemakzulan ini pecah setelah parlemen memutuskan dalam voting dengan hasil 61-20 bahwa Rousseff harus hengkang setelah dugaan kasus keterlibatan suap dan korupsi mendera dirinya dan Partai Pekerja.
Michael Temer, mantan wakil presiden yang menjabat presiden sementara sejak Rousseff ditangguhkan tugasnya pada Mei lalu, akan disumpah menjadi presiden dan bertugas hingga pemilu 2018.
Dalam pidatonya yang bertujuan mengurai ketegangan di jalanan, Temer berjanji akan mengatasi pengangguran.
Kerusuhan di Sao Paolo, Brasil. (Reuters/Ricardo Moraes) |
Berdiri di depan kediaman presiden, di hadapan para pendukungnya, Rousseff menegaskan dirinya tidak bersalah dan mengatakan pemakzulan tersebut adalah "kudeta oleh parlemen". Menurut Rousseff, parlemen dengan para elite pengusaha di belakangnya akan menghapuskan program sosial yang bertujuan mengentaskan kemiskinan di Brasil.
"Mereka pikir bisa mengalahkan kita, tapi mereka salah. Saat ini saya tidak akan mengatakan selamat tinggal. Tapi saya akan mengatakan 'Sampai jumpa nanti'," kata Rousseff.
Tidak disebutkan apa maksud perkataan Rousseff ini, namun pemakzulan tidak bisa mencegahnya untuk kembali ikut dalam pemilihan presiden dalam pemilu mendatang. (den)
Kerusuhan di Sao Paolo, Brasil. (Reuters/Ricardo Moraes)