Dalam laporan koalisi anti-bom tandan, Cluster Munition Coalition, yang dikutip Reuters, Kamis (1/9), korban tewas tahun 2015 akibat peledak ini mencapai 417 orang, sepertiganya anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya bom yang jatuh ke darat ini meledak belakangan, menewaskan warga sipil saat konflik usai. Warnanya yang cerah terlihat seperti mainan, sehingga banyak anak-anak yang menjadi korban.
"Penderitaan masih berlanjut dan warga sipil menjadi korban terbesar dari bom tandan." kata Jeff Abramson, manajer program di lembaga Landmine and Cluster Munition Monitor.
Seluruh negara dengan korban berjatuhan bukan penandatangan Convention on Cluster Munitions pada 2010, perjanjian soal bom tandan yang mengatur pelarangan, penimbunan, produksi dan pemindahan peledak ini. (den)