Tentara senior ini juga mendesak agar Canberra mengambil sikap yang lebih tegas terkait klaim China di Laut China Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanson menegaskan komentarnya ini merupakan pandangan pribadinya, dan tak serta merta mencerminkan pandangan pemerintah AS.
Pernyataa ini dilontarkan Hanson menyusul publikasi booklet di parlemen Australia yang memperingatkan para anggota dewan untuk berhati-hati terhadap motif China di kawasan.
Australia, yang merupakan sekutu dekat AS, sebelumnya dikritik oleh China terkait operasi pengawasan udara di atas pulau sengketa di kawasan Laut China Selatan. China juga mengkritik Australia karena mendukung kebebasan navigasi yang diserukan AS.
Meski mendukung AS, Australia sendiri belum menerapkan praktik kebebasan navigasi.
"Jelas China percaya bahwa mereka memiliki kesempatan dan mereka merasa memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Sikap tegas Australia sangat diharapkan," ujar Hanson.
Hanson sebelumnya juga menyatakan bahwa peran AS di wilayah Indo-Pasifik kini benar-benar penting.
"Kami menyeimbangkan hubungan antara sekutu strategis terbesar kami dan mitra dagang terbesar kami dengan diplomasi, konsistensi dan pragmatisme," kata Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengomentari pernyataan Hanson.
China merupakan mitra dagang terbesar Australia, dan sumber investasi asing yang besar. China memiliki investasi sebesar AUS$11,1 miliar di sejumlah aset Australia, sebagian besar di sektor properti. (ama)