Kondisi di Florida memburuk ketika Badai Hermine menghantam, membawa angin berkecepatan 80 kilometer per jam dengan curah hujan kini mencapai 12 sentimeter. Sekitar 270 ribu rumah pun kini tak dialiri listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa alam ini pun diperkirakan akan menjadi badai besar pertama yang menghantam Florida sejak Wilma pada 2005 lalu.
"Badai Hermin semakin kuat dalam waktu cepat dan itu akan memberikan dampak pada mayoritas negara bagian kami," ujar Gubernur Florida, Rick Scott.
Scott akhirnya menyatakan situasi gawat darurat di 51 dari 67 daerah yang ada di Florida. Setidaknya 10 daerah juga menutup sekolah yang berada di wilayah mereka.
"Ini mengancam hidup. Kalian bisa membangun kembali rumah. Kalian bisa membangun kembali properti. Kalian tidak dapat membangun kembali kehidupan," kata Scott.
Setelah menyapu pesisir Florida, Badai Hermine ini diperkirakan bakal melemah dan bergerak ke bagian utara Georgia, kemudian ke selatan kawasan pesisir AS di Atlantik.
Gubernur Georgia dan North Carolina pun mengumumkan situasi gawat darurat di kawasan yang terkena dampak.
Kini, Badai Hermine diperkirakan dapat menumpahkan curah hujan hingga 25 sentimeter di daerah pesisir Georgia dan North Carolina. Prakiraan cuaca pun memperingatkan potensi banjir "yang mengancam nyawa" dan banjir bandang di kedua negara bagian itu. (stu)