Presiden Duterte tengah berada di Davao City, kota kediaman dan kampung halamannya pada Jumat (2/9) ketika ledakan terjadi di sebuah pasar malam. Otoritas Filipina menyatakan sang presiden berada dalam kondisi aman bersama dengan keluarganya.
“Saya tidak boleh menyebarkannya, sehingga saya tetap diam,” kata Paolo, dikutip dari The Inquirer, tanpa mengungkapkan dari mana ia mendapatkan informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Inquirer menyebut pasar malam itu diperkirakan didatangi ratusan pengunjung. Ledakan terjadi sekitar 100 meter dari Ateneo de Davao University dan dekat dengan hotel mewah Marco Polo, yang kerap didatangi Deterte. Meski begitu, sang presiden menampik serangan itu menargetkan dirinya.
Sebelum menjabat sebagai presiden Filipina pada akhir Juni lalu, Duterte menjabat sebagai wali kota Davao City selama 22 tahun. Saat menjabat sebagai wali kota pun, pria 71 tahun ini dikenal keras terhadap pelaku tindak kejahatan serta pengedar narkoba.
Di bawah pimpinan Duterte, praktik pembunuhan di luar hukum untuk memberantas para pengendar dan pecandu narkoba di Davao diperbolehkan sejak bertahun lalu.
Praktik ini mendorong Pelapor Khusus PBB soal Pembunuhan di Luar Hukum mengunjungi kota tersebut dan melakukan investigasi pada 2008 dan 2009, menurut laporan pengamat internasional, Ruben Carranza.
Praktik pembunuhan di luar hukum kemudian diadopsi secara nasional ketika Duterte menjabat sebagai presiden. Duterte berjanji akan dapat memberantas praktik penyalahgunaan narkotika dalam enam bulan sejak dia dilantik pada 30 Juni lalu. (ama)