Menurut Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana, dikutip Reuters, Minggu (4/9), pesawat militer Filipina yang terbang di atas gugusan karang itu melihat penambahan jumlah kapal China, lebih banyak dari biasanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau perairan itu hanya terdiri dari beberapa terumbu karang yang mencuat ke permukaan, namun Scarborough Shoal penting bagi Filipina karena airnya yang tenang dan ikannya yang banyak. Manila mengatakan, blokade China adalah pelanggaran hukum internasinal.
Filipina khawatir China akan melakukan reklamasi dan membangun pangkalan militer seperti yang mereka lakukan di wilayah Laut China Selatan lainnya.
Sebelumnya China telah mengirimkan kapal tongkang pembawa pasir untuk membuat tujuh pulau buatan di Spratly, yang juga dipersengketakan dengan negara-negara Asia Tenggara.
"Kami belum tahu apakah tongkang itu digunakan untuk operasi penimbunan nanti. Jika mereka mencoba membangun apa pun di Scarborough, maka akan berdampak sangat buruk bagi situasi keamanan," lanjut Lorenzana.
China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan yang memiliki nilai perdagangan mencapai US$5 triliun per tahun, atau sepertiga dari total perdagangan global.
Klaim China ditandai dengan sembilan garis putus-putus, atau nine-dashed line, meliputi ratusan pulau, terumbu karang dan wilayah perairan yang tumpang tindih dengan klaim wilayah Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.
Seteru dengan Filipina menjadi signifikan setelah Pengadilan Arbitrase Permanen di Belanda pada Juli lalu memutuskan bahwa klaim China atas Scarborough tidak dibenarkan. China menolak mengakui keputusan tersebut.
Perundingan antara China dengan Filipina masih terus berlanjut. Presiden Filipina Rodorigo Duterte ingin China mematuhi keputusan pengadilan internasional. (den)