"Dia memang pria penuh warna," ujar Obama dengan nada bercanda, pada Senin (5/9) malam, hanya sehari menjelang pertemuannya dengan Duterte, yang sedianya akan digelar besok, Selasa (6/9) di Vientiane.
Di sela pertemuan KTT G20 di Hangzhou, China, sebelumnya, Obama sempat menyatakan bahwa Washington prihatin atas kasus penyalahgunaan narkota di Filipina. Namun, Obama menegaskan ia tidak akan sungkan menyinggung soal praktik pembunuhan di luar hukum yang diperbolehkan Duterte dalam perang pemberantasan narkoba yang ia galakkan semenjak menjabat sebagai presiden pada akhir Juni lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dalam konferensi pers sebelum bertolak ke Laos, Duterte menegaskan ia tidak akan membiarkan dirinya didikte oleh Obama, khususnya soal dugaan pelanggaran HAM akibat praktik pembunuhan di luar hukum yang marak terjadi dalam perang pemberantasan narkoba yang ia galakkan.
"Kita akan berkubang di lumpur seperti babi jika Anda melakukan itu terhadap saya," ujarnya.
Sejak resmi menjabat sebagai presiden, tercatat sudah 2.400 orang tewas dalam perang pemberantasan narkoba. Sebanyak Polisi mengatakan, sekitar 900 di antaranya tewas ditembak aparat, sementara sisanya masih diselidiki. Kalimat "masih diselidiki" oleh pegiat HAM dianggap bahasa halus untuk korban main hakim sendiri atau pembunuhan tanpa proses pengadilan. (ama)