Bom bunuh diri meledak pada Senin (5/9) malam, menargetkan perkumpulan warga Syiah di distrik Karrada, menurut pernyataan media ISIS, Amaq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar konflik terjadi antara mayoritas umat Syiah dan minoritas Sunni.
ISIS terus kehilangan wilayah kekuasaan dalam satu tahun terakhir akibat gempuran dari koalisi serangan udara pimpinan Amerika Serikat dan milisi Syiah yang didukung Iran.
Namun, bom bunuh diri tersebut menunjukkan ISIS masih mampu meluncurkan serangan di luar wilayah yang mereka kuasai, yakni di utara dan barat Irak.
Lokasi ledakan tidak jauh dari tempat bom bunuh diri sebelumnya yang juga diklaim ISIS pada Juli lalu. Bom itu menewaskan 324 orang, dan disebut sebagai pemboman paling mematikan yang pernah dilakukan ISIS di Irak. (ama)