"Perusahaan kami, yang memiliki teknologi paling mutakhir, siap bergabung dengan proyek pembangunan 16 reaktor listrik tenaga nuklir di Kerajaan [Arab Saudi]," ujar asisten Presiden Rusia, Yury Ushakov, seperti dikutip Saudi Gazette, Selasa (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil pertama CEO Rosatom, Kirill Komarov, mengatakan bahwa proyek nuklir Saudi sangat ambisius.
"Tahun lalu, kami menandatangani kesepakatan antar-pemerintah dengan Arab Saudi dalam kerja sama penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai. Kami membentuk komite koordinasi gabungan dan baru menggelar rapat pertama," katanya. (stu/stu)