Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa pun terus memantau agar proses adaptasi bocah yang akrab disapa Diki ini berjalan dengan baik.
"Kami turut berbahagia. Kami juga memastikan agar proses adaptasi belajarnya nanti berjalan baik," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Teuku Faizasyah, kepada CNN Indonesia, Rabu (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Teuku, sejauh ini proses adaptasi Diki sangat baik. Pasalnya, Diki masih didampingi orang tuanya selama di Kanada. "Namun, kami akan terus memonitor adaptasi di lingkungan pendidikannya nanti," kata Teuku.
Diki sendiri mengaku senang berada di Kanada karena masyarakatnya yang ramah. Namun, dia menyadari proses adaptasi akan sulit jika berhadapan dengan budaya dan cuaca.
Namun jika masalah kuliah, Diki mengaku sudah tidak sabar untuk belajar dan berkawan. Ia akan memulai masa kuliahnya pada Kamis (8/9).
"Saya tidak sabar bertemu dengan mahasiswa baru dan bertemu teman baru," kata bocah asal Jawa Barat ini.
Selama menjadi mahasiswa di Universitas Waterloo, Diki akan belajar fisika dengan beberapa kelas tambahan, yaitu matematika, kimia, dan ekonomi.
Seorang staf penerima mahasiswa Universitas Waterloo, Andre Jardin, mengakui bahwa Diki merupakan anak yang berbeda.
Teuku sebagai perwakilan pemerintah pun turut senang karena anak semuda Diki dapat menuntut ilmu di salah satu institusi terbaik di Kanada.
"Waterloo adalah salah satu universitas terbaik. Kami ikut senang karena Diki masih muda dan dapat masuk ke lingkungan pendidikan untuk orang seusia bahkan 19 tahun. Kami terus memantau agar prosesnya berjalan baik," katanya. (den)