Usai Pesawat Salah Arah, Air Asia X Lakukan Perbaikan Sistem

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Kamis, 08/09/2016 13:46 WIB
Usai Pesawat Salah Arah, Air Asia X Lakukan Perbaikan Sistem Ilustrasi pesawat AirAsia (Reuters/Enny Nuraheni/Files )
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai AirAsia X melakukan pembenahan usai salah satu pesawatnya terbang salah arah Maret tahun lalu. Salah satunya adalah meningkatkan kapasitas sistem pesawat sehingga peristiwa yang sama tidak lagi terulang.

Peristiwa salah arah ini pertama kali diumumkan oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) Rabu kemarin. Pesawat Airbus A330 yang membawa 212 penumpang itu seharusnya terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, dari Sydney, namun terpaksa mendarat di Melbourne setelah sarah arah lebih dari 11 ribu kilometer.
Dalam pernyataannya resminya kepada CNN Indonesia, AirAsia X Berhad mengaku telah menerapkan berbagai perbaikan sistem setelah peristiwa tersebut.

"Seluruh pesawat AirAsia X telah dilengkapi dengan Flight Management System yang telah ditingkatkan kapasitasnya sejak kejadian tersebut," ujar pernyataan AirAsia X.


Selain itu, pihak AirAsia X sejak insiden tersebut mengembangkan pelatihan bagi para awak penerbangan, "yang menekankan pada ketepatan pengoperasian dan penyelarasan sistem navigasi dari Air Data dan Inertial Reference System".

AirAsia X yang berafiliasi dengan AirAsia juga telah memberikan pengarahan kepada seluruh pilot terkait hasil temuan investigasi internal dan mengkaji prosedur pemulihan yang perlu dijalankan.
"AirAsia X ingin menegaskan bahwa kami menerapkan sistem pengelolaan yang mumpuni untuk memantau serta mencegah terjadinya kembali kejadian serupa di kemudian hari," ujar pernyataan AirAsia X.

Maskapai ini juga menekankan bahwa mereka telah lulus audit keselamatan dan keamanan yang dilakukan secara berkala oleh berbagai badan regulasi internasional, termasuk IATA Operational Safety Audit (IOSA).

"Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa menjaga kepatuhan pada regulasi terkait dengan keselamatan dan keamanan. Keselamatan seluruh penumpang dan awak penerbangan senantiasa menjadi prioritas utama kami," lanjut pernyataan tersebut. (den)