Peristiwa salah arah ini pertama kali diumumkan oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) Rabu kemarin. Pesawat Airbus A330 yang membawa 212 penumpang itu seharusnya terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, dari Sydney, namun terpaksa mendarat di Melbourne setelah sarah arah lebih dari 11 ribu kilometer.
"Seluruh pesawat AirAsia X telah dilengkapi dengan Flight Management System yang telah ditingkatkan kapasitasnya sejak kejadian tersebut," ujar pernyataan AirAsia X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AirAsia X yang berafiliasi dengan AirAsia juga telah memberikan pengarahan kepada seluruh pilot terkait hasil temuan investigasi internal dan mengkaji prosedur pemulihan yang perlu dijalankan.
Maskapai ini juga menekankan bahwa mereka telah lulus audit keselamatan dan keamanan yang dilakukan secara berkala oleh berbagai badan regulasi internasional, termasuk IATA Operational Safety Audit (IOSA).
"Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa menjaga kepatuhan pada regulasi terkait dengan keselamatan dan keamanan. Keselamatan seluruh penumpang dan awak penerbangan senantiasa menjadi prioritas utama kami," lanjut pernyataan tersebut. (den)