"Saya harap mereka (ISIS) bisa diberantas, sesegera mungkin menghabisi lawan yang tersisa," ucap Carter dalam konferensi pers di London, Rabu (7/9), dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS memanfaatkan perpercahan politik yang terjadi setahun lalu di Libya untuk merebut Sirte, dan menggunakannya untuk markas militan mereka di Libya. Kehilangan kota Sitre, akan menambah daftar kemunduran ISIS yang juga mereka rasakan di Suriah dan Irak.
Kampanye Sirte adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi Libya dari sekian banyak tantangan lainnya. Pada kampanye tersebut, pemerintah Libya berusaha menyatukan kembali faksi-faksi yang bertikai yang memecah belah negara sejak kejatuhan pemimpin Libya akibat kudeta, Muammar Gaddafi, pada 2011.
Carter mengatakan, AS tidak akan menghentikan bantuannya ke Libya ketika Sirte berhasil direbut kembali. (ama)