Dilansir the Independent pada Kamis (8/9), pihak berwenang mengatakan perempuan itu sedang berjalan di daerah Kota Tua dengan suami dan anak-anaknya pada Senin malam.
Dua orang pria kemudian mendekati mereka dan mulai meneriakkan cacian karena perempuan itu memakai cadar, menurut polisi Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Burkini dan Negara-negara yang Membebaskanny |
Para pejalan kaki yang sedang lewat ketika insiden itu terjadi langsung menolong dan melindungi perempuan itu, lalu menungguinya bersama suami dan anak-anaknya hingga polisi tiba di lokasi.
Perempuan itu lalu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, namun tidak ditemukan luka serius terhadap ia dan bayi yang dikandungnya.
Sementara itu, dua pria penyerang ditahan polisi atas tuduhan kejahatan kebencian, diskriminasi dan melukai orang lain.
Penyelidik polisi mengatakan mereka diduga terkait dengan kelompok sepak bola yang diidentifikasi media lokal sebagai Brigadas Blanquiazules, yang mendukung tim RCD Espanyol di Barcelona.
Lihat juga:Sejarah Burkini, Paduan Burqa dan Bikini |
Insiden di Barcelona ini terjadi di tengah meningkatnya laporan kejahatan kebencian di seluruh Eropa, yang terkait pula dengan perdebatan pelarangan burkini, cadar, atau burqa.
Barcelona sendiri melarang cadar atau burqa yang menutupi hampir seluruh wajah pada 2010, namun aturan itu hanya merujuk pada identifikasi personal di berbagai bangunan publik termasuk perpustakaan dan kantor pemerintahan.
Tahun lalu, sebanyak 215 insiden terkait kejahatan kebencian termasuk Islamofobia dan homofobia dilaporkan terjadi di Barcelona. (stu)