Menurut Kepala Komando Pusat Angkatan Udara AS, Letjen AU Jeffrey Harrigian, yang dikutip CNN, sebanyak 12 jet tempur dikerahkan untuk menghancurkan fasilitas-fasilitas yang diduga pabrik pembuat senjata kimia di 50 titik berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi ini dilakukan menyusul laporan PBB bulan lalu yang menyebutkan rezim Bashar Al Assad dan ISIS sama-sama menggunakan senjata kimia dalam perang selama lima tahun di Suriah.
Hasil penyelidikan selama setahun oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada Agustus lalu menyebutkan rezim Assad menggunakan gas klorin setidaknya dua kali sejak 2013. Sementara OPCW juga melaporkan ISIS menyerang dengan gas mustard.
Kedua jenis senjata kimia tersebut menyerang sistem pernapasan, membuat yang terpapar sesak dan akhirnya tidak bisa menghirup oksigen lagi.
Sejak laporan itu keluar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Price, mengatakan senjata kimia ISIS adalah prioritas utama penghancuran.
Penggunaan senjata kimia di Ghouta, Suriah, tahun 2012 oleh Assad yang menewaskan antara 281 hinga 1.729 orang kian membuka mata Barat soal parahnya konflik di negara itu.
Usai serangan kimia itu, Presiden AS Barack Obama mengancam akan melakukan intervensi militer di Suriah. Namun AS urung menyerang Suriah setelah Assad yang dibekingi Rusia sepakat memusnahkan senjata kimia mereka. Namun nyatanya, penggunaan senjata terlarang ini masih dilakukan oleh pemerintah Damaskus. (den)