"Tujuan beberapa pihak di Taiwan untuk berkolusi dengan separatis yang menuntut 'kemerdekaan Tibet' dan menciptakan guncangan akan membawa dampak pada hubungan di sepanjang Selat Taiwan. Kami sangat menentang segala bentuk kunjungan Dalai Lama ke Taiwan," ujar Juru Bicara Kantor Hubungan China dengan Taiwan, Ma Xiaoguang.
Beijing memang menganggap Dalai Lama sebagai seorang separatis. Mantan presiden Taiwan, Ma ying-jeou, yang terus menjalin hubungan ekonomi baik dengan China, juga menolak izin masuk Dalai Lama sejak 2009.
Lihat juga:Topan Meranti Menghantam Taiwan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asisten Lim, Kenny Chang, mengatakan kepada Reuters bahwa Dalai Lama sangat dihargai di Taiwan.
"Lim mengundanganya untuk mengunjungi Taiwan untuk berbagi gagasan dan filosofi keagamaan," ucap Chang.
Menanggapi pemberitaan ini, Ma Xiaoguang mengatakan bahwa Dalai Lama "mengenakan pakaian keagamaan untuk membawa aktivitas separatis."
China sendiri sudah menghentikan mekanisme komunikasi dengan Taiwan karena pemerintahan Tsai menolak prinsip "one China".
Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian dari negaranya menurut prinsip "one China" tersebut. Sejarah panjang ini bermula ketika pasukan Nasionalis memutuskan untuk lari ke Taiwan setelah kalah dari Komunis pada 1949.
Sementara itu, Dalai Lama juga disebut sebagai separatis karena dianggap berusaha memisahkan Tibet dari China.
Namun, Dalai Lama mengatakan bahwa ia hanya menginginkan hak otonomi di Himalaya. Menurut peraih Nobel Perdamaian pada 1989 ini, pasukan China sudah "membebaskan secara damai" Himalaya pada 1950. (stu/stu)